Fiqih Kewanitaan

Fikih Wanita
fikih kewanitaan, fiqih kewanitaan, hukum haid, hukum istihadloh,fikih wanita

Berikut Fiqih kewanitaan dan pertanyaan beserta jawabanya disertai referensi/ibarot kitab-kitab salaf : 
  1. Cara Shalat Wanita Yang Istihadloh
  2. Darah Haid Berhenti Tetapi Masih di Kantor Sekolah
  3. Darah Lemah Kurang Dari 15 Dianggap Mumayyizah
  4. Dagu Termasuk Aurat  Shalat Wanita
  5. Daur Dan Adat Pindah Sebab Darurat
  6. Etika Menutup Aurat Bagi Kaum Hawa
  7. Fenomena Bercadar Di Indonesia
  8. Fenomena Mukena Potongan
  9. Hadits Masalah Kewanitaan
  10. Haid Saat Tidur
  11. Hamil Keguguran Sebelum 40 hari, Haid atau Nifas?
  12. Hubungan Badan Saat Istihadloh
  13. Hukum Foto Caleg Perempuan
  14. Hukum Jilbab dan Aurat Perempuan
  15. Hukum Memakai Pacar Hena
  16. Hukum Mewarnai Rambut
  17. Hukum Penyanyi Wanita Dalam Islam
  18. Hukum Wanita Istihadloh Membaca Alqur'an
  19. Hukum Wanita Sujud Dengan Memakai Kaos Tangan
  20. Hukum Wanita Tidak Memakai Cadar
  21. Kegiatan Wanita pada Masa Iddah
  22. Keluar Darah Dan Mampet Melebihi 15 Hari
  23. Ketentuan Daur Mubtadiah
  24. Ketuban Pecah Wajib Shalat
  25. Kewajiban Wanita Sebelum Sholat
  26. Memotong Rambut Dan Kuku Saat Junub Dan Haidl
  27. Mengidolakan Non Muslim
  28. Niat Wudlu Istibahah Bagi Selain Daimul Hadats
  29. Pelayan Waria di Salon Dalam Islam
  30. Pemakaian Mukena Yang Kurang Hati-Hati Saat Shalat
  31. Perkataan Imam Malik Bahwa Haid Tidak Ada Batasnya
  32. Problematika Umrah bagi Wanita Haid
  33. Redaksi Kitab Majmu'
  34. Risalatul Mahidl Bagian Pertama
  35. Risalatul Mahidl Bagian Kedua
  36. Risalatul Mahidl Bagian Ketiga
  37. Risalatul Mahidl Bagian Keempat
  38. Risalatul Mahidl Bagian Kelima
  39. Risalatul Mahidl Bagian Keenam
  40. Risalatul Mahidl Bagian Ketujuh
  41. Risalatul Mahidl Bagian Delapan
  42. Risalatul Mahidl Bagian Sembilan
  43. Risalatul Mahidl Bagian Sepuluh
  44. Risalatul Mahidl Bagian Sebelas
  45. Risalatul Mahidl Bagian Dua Belas
  46. Risalatul Mahidl Bagian Tiga Belas
  47. Risalatul Mahidl Bagian Empat Belas
  48. Risalatul Mahidl Bagian Lima Belas
  49. Risalatul Mahidl Bagian Enam Belas
  50. Risalatul Mahidl Bagian Tujuh Belas
  51. Risalatul Mahidl Bagian Delapan Belas
  52. Risalatul Mahidl Bagian Sembilan Belas
  53. Risalatul Mahidl Bagian Dua Puluh
  54. Risalatul Mahidl Bagian Dua Puluh Satu
  55. Risalatul Mahidl Edisi Dua Puluh Dua
  56. Risalatul Mahidl Bagian Dua Puluh Tiga
  57. Salah Tulis Risalah Baqusyair
  58. Sanggul Dan Wig Menurut Fikih Wanita
  59. Satu Mandi Untuk Dua Hadats Besar
  60. Shalat Jama' Bagi Mustahadlah
  61. Shalat Mutahayyirah Wajib Iadah
  62. Shalat Yang Ditinggalkan Karena Kesakitan Sebelum Melahirkan
  63. Status Mubtadiah Setelah Menyempurnakan Suci
  64. Status Warna Coklat
  65. Suci Kurang Dari 15 Hari Keluar Darah Lagi
  66. Suci Sebelum 24 Jam
  67. Suci Tidak Sampai 15 Bagian 02
  68. Syarat Perpindahan Adat 
  69. Tidak Ada Darah Saat Adat
  70. Tidak Langsung Mandi Saat Suci
  71. Ustadzah Perempuan Sang Dai Wanita
  72. Usulan Hak Cuti Iddah bagi Wanita Pekerja Ke Negara
  73. Wanita Bekerja Di Luar Negeri
  74. Wanita haid membaca Al Qur'an
  75. Wanita Nifas Melebihi 60 Hari
  76. Warna Darah Yang Membandel Di Celana
  77. Wudlu Memakai Hena

*update Oktober 2021
*jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pertanyaan anda dikolom komentar

5 komentar untuk "Fiqih Kewanitaan"

  1. Assalamuallaikum wr wb
    Saya frisca apriliana ningrum, dari offering C3 ingin bertanya
    Kan di daerah saya itu setiap wanita yang haid atau nifas dianjurkan untuk mengumpulkan rambut yang rontok atau kuku yang dipotong untuk di sucikan saat mandi junub.
    Nah itu bagaimana ya hukumnya ?
    Apakah agama membenarkan hal itu ?
    Terimakasih
    Wassalamuallaikum wr wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam,
      Insyaallah dah di bahas di
      https://www.potretsantri.com/2018/12/memotong-rambut-dan-kuku-saat-junub-dan-haidl.html?m=1

      Dari dasar diatas, pertanyaan :Apakah agama membenarkan hal itu ? Dapat dibenarkan
      Alasan
      Terdapat khilafiyyah diantara para ulama:
      1. Mewajibkan rambut kuku wajib di sucikan
      2. Tidak wajib di sucikan

      Nah itu bagaimana ya hukumnya ?
      Terkait hukum ulama juga ada perbedaan pendapat:
      1. Hukumnya makruh(sebagian besar ulama pendapatnya ini)
      2. Hukumnya tidak makruh

      Hapus
  2. Gimana cara nya mendapatkn buku/kitab di atas (Haid&nifas) ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan tinggalkan email anda, nanti kami hubungi

      Hapus