5 KAROMAH KYAI SEPUH

 ﷽

5 KAROMAH KYAI SEPUH DI INDONESIA

Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Yaitu dengan mendengar cerita-cerita karomah kyai sepuh, dan tentu karomah tersebut adalah karunia Allah SWT.

Di Nusantara kita ini, banyak sekali kisah atau cerita kyai sepuh yang terkenal karomahnya hingga disegani banyak orang. Namun kali ini kami hanya merangkum 5 karomah kyai sepuh tersebut dengan cerita sebagai berikut : 



Daftar Isi

Karomah Abah Guru Sekumpul

Karomah Kyai Abbas Buntet

Karomah Kyai Hamid Pasuruan

Karomah Abah Anom

Karomah Kyai Kholil Bangkalan

______


1. Karomah Abah Guru Sekumpul

Abah Guru Sekumpul sangat terkenal di Kalimantan. Beliau yang mempunyai nama asli yaitu Muhammad Zaini bin Abdul Ghani. Beliau ialah seorang ulama besar, yang sangat berpengaruh serta juga karismatik dari Tanah Martapura (Kalimantan Selatan). Begitu kharismatiknya beliau, dipastikan hampir seluruh masyarakat yang ada di Martapura pasti memajang foto Abah Guru Sekumpul di rumahnya mereka masing-masing.

Sebagai ulama besar, Abah Guru Sekumpul juga dikenal dengan berbagai kesaktian dan karomahnya. Bahkan ada yang membuah buku tentang karomah beliau. Karomah-karomah  tersebut  ditulis di sebuah buku yang berjudul “100 Karomah dan Kemuliaan Abah Guru Sekumpul.” Diantara bergbagai karomah beliau yaitu mengetahui hajat seseorang yang mendatanginya, padahal sebelum orang tersebut menyampaikan maksud kedatangannya.

Diceritakan saat itu ada seorang Habib yang akan berkunjung ke Abah Guru Sekumpul. Beliau adalah Habib Maksum dari Pasuruan. Habib Maksum ingin bertabarruk dan meminta hajat kepada Abah Guru Sekumpul. Di perjalanan, sang Habib berkata: “Jika Guru Zaini adalah salah satu dari Wali Allah, maka seluruh hutangku yang berjumlah 21 juta akan lunas.”

Sampailah sang Habib Maksum di rumah Abah Guru Sekumpul. Sang Habib pun disambut dengan sangat ramah dan penuh penghormatan. Sang Habib dipersilahkanlah untuk berduduk bersama Guru Zaini. Mereka berduapun saling berbincang tentang banyak hal. Disaat asyik mengobrol, tiba-tiba datanglah seseorang dari luar yang memberikan secarik kertas kepada Abah Guru Sekumpul, ternyata itu adalah uang cek.

Tanpa basa-basi dan melihat nominal pada cek tersebut. Abah Sekumpul langsung memberikan cek tersebut kepada Habib Maksum. Padahal Abah Guru Sekumpul tidak melihat terlebih dahulu berapa jumlah nominal yang ada di cek tersebut. Kemudian Abah Sekumpul berkata: “Ini untuk melunasi hutang Habib.”

Sang Habib pun sangat terkejut dengan peristiwa ini, sebab ternyata jumlah uang yang terdapat di cek tersebut adalah 21 juta, persis dengan jumlah hutang sang Habib. Padahal Sang Habib belum sama sekali menyampaikan hajatnya terlebih dahulu, tapi Abah Zaini sudah memberikan apa yang dia harapkan sebelumnya.

_____

2. Karomah Kyai Abbas Buntet

Kyai Abbas Buntet ialah seorang ulama besar asal Cirebon dan juga cucu dari Sunan Gunuung Jati. Beliau Juga yang begitu tersohor akan keterampilan pencak silatnya dan juga sangat masyhur dengan kaomahnya. Bukti karomah beliau sudah tercatat pada sejarah ketika para pejuang melawan penjajah Belanda Di Surabaya.

Sudah banyak yang mengetahui sejarah para pejuang mempertahankan kemerdekaan di Surabaya. Yang terjadi pada tanggal 10 Nopember. Pertempuran tersebut adalah salah satu  perjuangan para pejuang dan masyarakat Indonesia untuk menghadang pendudukan Inggris di Surabaya. Sebelum pertempuran itu KH Hasyim Asy'ari dan para ulama rapat dan menghasilakn sebuah resulisi Jihad. 

Dari semua ulama yang ikut berperang tersebut, salah satu ulama yang berjasa dalam perjuangan itu ialah Kyai Abbas Buntet. Saat itu bung Tomo serta para pejuang sangat ingin segera menyerang para penjajah. Bung Tomo dan Para pejuang sangat bersemangat untuk segera berperang dan mengalahkan para penjajah. Namun oleh KH Hasyim Asy'ari ditahan dulu dengan berpesan untuk menunggu sang Ksatria dari Barat datang. Sang Ksatria dari Barat tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Kyai Abbas Buntet. 

Setelah sang Kyai Abbas Buntet dan para pasukan santrinya datang siap untuk berperang. Ada pemandangan yang sedikit janggal. Pada saat itu sang kyai siap berperang namun menggunakan sandal bakiak. Tentu saja hal tersebut sangat tidak lazim dilakukan. 

Atas kesaksian para santrinya. Disaat itu perang sedang terjadi, Sang Kyai Abbas berdoa kepada Allah SWT. Disaat beliau berdoa tiba-tiba benda sekitar milik masyarakat sekitar berterbangan. Contohnya Alu dan lesung yang berukuran besar terbang dan menimpa para tentara sekutu. Tak hayal para pasukan sekutu luluh lantah. Bahkan yang lebih mencengangkan, Pesawat terbangpun bisa dijatukan oleh Kyai Abbas Buntet hanya dengan lemparan tasbih. 

Lalu berdasarkan kesaksian dari santri yang lainya, disaat pertempuran sedang mencapai titik puncak. Kyai Abbas dengan karomahnya, beliau bisa hadir di 2 tempat. Beliau tidak hanya hadir di pusat kota tapi juga hadir di daerah pesisir pantai Surabaya. Ada juga yang menyaksikan ketika beliau mengibaskan sorbannya ke atas langit, tiba-tiba puluhan pesawat sekutu dengan mudah hancur berkeping-keping.

_____

3. Karomah Kyai Hamid Pasuruan

KH Abdul Hamid Pasuruan atau lebih akarab dipanggil Mbah Hamid lahir pada tahun 1333 H. Disebuah Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang Jawa Tengah. Ayah beliau bernama Abdullah bin Umar, sang ayah terkenal sebagai seorang tokoh Islam yang rajin dan taat beragama. Sedangkan ibunya ialah Raihannah, putri dari Kiai Shiddiq..

Banyak sumber menceritakan bahwa ciri-ciri kewalian dan keagungan Mbah Hamid Pasuruan terlihat mulai usia kecil. Suatu hari saat itu beliau usianya masih 6 tahun. Beliau sudah pernah bertemu Rasulillah SAW. Dan dikepercayaan yang dipercaya masyarakat kalangan Sufi, walaupun Nabi Muhammad SAW telah wafat. Namun Nabi Muhammad gemar menemui orang yang mempunyai keistimewaan, khususnya para Wali Allah/waliyullah. Pertemuan tersebut kadang bukan hanya dalam mimpi, bahkan ada yang mengalami secara nyata. 

Di ceritakan di lain waktu oleh para saksi. diantara karomahnya beliau yang masyur adalah beliau bisa ada di 2 tempat yang berbeda di waktu yang sama. Hal ini sangat masyur di tengah para santri dan warga pasuruan. 

Diceritakan waktu itu Habib Baqir Mauladdawilah berziyaroh ke pesantren Kyai Abdul Hamid untuk bersilaturahmi. Habib Bagir merupakan seorang ulama yang mempunyai ilmu untuk melihat dan mengindera hal-hal yang berada di luar nalar. Pada saat sedang berkunjung tersebut, kondisi pesantren dipenuhi oleh masyarakat yang ingin bertabarruk, meminta doa, dan berbagai keperluan yang lain kepada Kyai Abdul Hamid. Namun saat tiba giliran Habib Baqir untuk menemui Kyai Hamid, beliau sangat terkejut.

Dengan ilmu ghaib yang dimilikinya, beliau mengetahui bahwasanya yang ada dihadapan beliau adalah bukan Kyai Hamid, melainkan sesosok mahluk ghaib yang menyerupai rupanya. Kemudian secara spontan beliau mencari keberadaan Kyai Hamid yang sebenarnya.

Setelah penyelidikan yang mendalam, Habib Bagir merasa sangat terkejut karena ternyata wujud Kyai Hamid yang asli sedang berada di Makkah. Maasya Allah…

Kemudian dalam kisah yang lain diceritakan datang seorang Habib Sepuh menemui kediaman beliau, kala itu Habib tersebut menanyakan tentang cerita yang beredar mengenai digantikannya beliau oleh sesosok gaib yang menyerupainya.

Saat itu Kyai Hamid diam dan tidak menjawab, akan tetapi beliau hanya langsung memegang Habib sepuh tersebut. Sontak Habib sepuh tadi sangat terkejut, karena seketika beliau melihat suasana di sekitar mereka berubah menjadi bangunan masjid yang sangat megah. Subhanallah, ternyata Habib sepuh tadi diajak oleh Kyai Hamid mendatangi Masjidil Haram.

_____

4. Karomah Abah Anom

Abah Anom yang memiliki nama asli KH Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin merupakan salah satu ulama dari tanah sunda yang sangat diakui keilmuan dan kesaktiannya. Beliau juga adalah pimpinan dari salah satu pesantren terbesar yang ada di Jawa Barat yaitu Pondok Pesantren Suryalaya.

Mengenai kesaktian dan karomahnya, banyak sekali cerita-cerita tentang kesaktian beliau yang tersebar di masyarakat sunda, khususnya bagi kaum sarungan.

Dikisahkan pada suatu hari, Abah Anom kedatangan seorang tamu beserta para ajudannya. Tamu tersebut bukanlah orang biasa, melainkan seorang kapten yang dikenal dengan kehebatan dan kesaktiannya. Saat itu sang kapten memang berniat untuk adu kehebatan dan kesaktian dengan Abah Anom, sebab dia telah mendengar kabar kesaktian Abah Anom, dan tertantang untuk menandingi kesaktian Sang Abah.

Tatkala sudah berada di hadapan Abah Anom, kapten tersebut mengambil sebuah batu besar yang ada di kantongnya yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya. Kemudian batu itu lantas diletakkan di tangannya. Dengan sekali pukulan saja, kapten tersebut berhasil menjadikan batu tersebut terbagi dua. Setelah itu, sang kapten dengan angkuhnya menyerahkan batu kali yang lain pada Abah Anom supaya beliau memperlihatkan kemampuannya.

Saat menerima batu kali tersebut, Sang Abah hanya tersenyum saja. Seketika batu yang ada di hadapan Abah langsung diremas oleh beliau. Dalam waktu yang singkat, dengan kesaktiannya batu besar tersebut berubah menjadi butiran tepung halus. Tentu saja melihat peristiwa ini, kapten yang sombong tersebut merasa kaget dan seolah tak percaya.

Tak lama berselang sang Abah meminta kepada santrinya untuk diambilkan segelas air yang didalamnya terdapat seekor ikan. Kemudian gelas berisi ikan itu diberikan Abah kepada si kapten. Masih dengan wajah yang akung, si kapten langsung bergaya bak orang yang memancing. Tak berlangsung lama ikan yang ada di dalam gelas benar-benar terpancing dengan gaya si kapten. Atas hal ini si Kapten tersebut semakin menyombongkan dirinya.

Berikutnya giliran Abah Anon yang beraksi. Dengan santainya beliau hanya memberi isyarat dengan jari telunjuknya, namun tiba-tiba saja ikan yang ada di dalam gelas tersebut keluar dari dalam gelas dan langsung menempel dengan jari telunjuknya, seolah-olah jari telunjuk beliau adalah kail untuk memancing.

Setelah peristiwa ini, si kapten yang sombong tersebut merasa malu dan mengakui kekalahannya. Selain itu kapten tersebut akhirnya bertaubat dan menjadi santri di pesantren milik Abah Anom.

_____

5. Karomah Kyai Kholil Bangkalan

Syaikh Kholil Bangkalan adalah seorang ulama besar dari Tanah Madura yang diakui kealiman, kefaqihan, dan keluhuran ahlaknya. Beliau juga adalah gurunya para ulama di masanya. Banyak ulama besar yang berguru kepada beliau, diantara murid beliau yang paling terkenal adalah KH Hasyim Asy’ari.

Selain masyhur karena ilmunya, Mbah Kholil pun masyhur dengan kesaktian dan karomah-karomahnya. Salah satu karomahnya yang paling terkenal di kalangan santri adalah saat beliau dimasukkan ke dalam penjara.

Dikisahkan saat Belanda masih menjajah Indonesia, beberapa dari pejuang kemerdekaan ada yang bersembunyi di dalam pesantren milik Syaikh Kholil. Saat ini kabar ini terdengar ke telinga para kompeni, mereka langsung bergegas menuju pesantren Syaikh Kholil untuk menangkap para pejuang tersebut.

Namun ternyata setelah sampai di pesantren tersebut, mereka tidak menemukan satu orang pejuang pun, mereka hanya menemukan Syaikh Khalil seorang diri. Akhirnya kompeni pun menangkap dan memasukkan Syaikh Khalil ke dalam penjara, dengan harapan para pejuang itu menyerahkan diri untuk menggantikan posisi Syaikh Khalil.

Saat Syaikh Kholil telah berada di dalam jeruji besi, pihak kompeni mulai merasakan berbagai hal diluar nalar. Pintu sel penjara, baik milik Syaikh Kholil atau tahanan yang lain saat itu tidak bisa dikunci. Karena itu, seluruh sel tahanan dalam keadaan terbuka terus-menerus. Akibatnya kompeni harus berjaga siang dan malam secara terus-menerus. Sebab jika dibiarkan, tentu para tahanan tersebut bisa kabur dengan sangat mudah.

Selain itu ketika Syaikh Kholil berada di dalam penjara, setiap harinya datang ribuan masyarakat Madura untuk menjenguk Syaikh Khalil. Mereka datang untuk bersimpati kepada Syaikh Khalil dan berbagai tujuan lainnya, ada yang memberikan makanan, meminta nasihat, dan ada juga yang menawarkan diri untuk bergabung di penjara bersama Syaikh Kholil.

Melihat gelombang massa yang semakin besar tiap harinya serta pintu sel yang tak bisa ditutup, maka Belanda pun pusing tujuh keliling memikirkan hal ini. Akhirnya daripada mempersulit diri sendiri, Belanda pun membebaskan Syaikh Kholil.

Demikianlah berbagai kisah karomah kyai sepuh yang terkenal dan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Semoga bermanfaat!

Posting Komentar untuk "5 KAROMAH KYAI SEPUH"